DUNIA LITERASI
Ini ada materi yang bagus untuk diingat-ingat dalam menulis. Boleh dishare/copas asalkan dicantumkan sumbernya. Bahan materi ini, saya dapat selama mengikuti kelas menulis. Jadi, intinya masih belajar juga.
ELIPSIS
Sejauh ini, masih banyak yang keliru ataupun rancu bagaimana cara penulisannya, apakah pakai 2 titik, 3 titik, atau 4 titik, dan apakah disambung/dispasi dari kata terakhirnya. Berikut ini penjelasannya.
Apabila ada yang tidak setuju atau tidak berkenan mengikuti, silakan saja. Selamat menyimak dan silakan disikapi dengan cerdas dan bijak!
MENURUT KBBI DAN PEDOMAN UMUM EYD
Apakah elipsis?
Makna menurut KBBI:
elipsis elip.sis [n Ling] tanda berupa tiga titik yang diapit spasi (...), menggambarkan kalimat yang terputus-putus atau menunjukkan bahwa dalam suatu petikan ada bagian yang dihilangkan.
1. Tanda elipsis dipakai dalam kalimat yang terputus-putus.
Misalnya:
- "Jadi ..., apa Pak Dent bisa menjelaskan tentang buku itu dan mengenai tanda lahir ini. Hm, kata ibu ini pertanda. pertanda apa?” ( dikutip dari Novel 'Meraga Sukma' karya Sri Wulan)
- "Kalau tidak mau ..., tidak ada dongeng untuk malam ini." ( dikutip dari Novel 'Cibderella Millenial' karya Sri Wulan)
2. Tanda elipsis dipakai untuk menunjukkan bahwa dalam suatu kalimat atau naskah ada bagian yang dihilangkan.
Misalnya:
“Tapi adikmu ... sudahlah, kemasi pakainmu. Kalau bukan untuk ayah, lakukan untuk adikmu.” ( dikutip dari Novel 'Meraga Sukma' karya Sri Wulan)
Catatan:
(1) Tanda elipsis itu didahului dan diikuti dengan spasi.
(2) Jika bagian yang dihilangkan mengakhiri sebuah kalimat, perlu dipakai 4 tanda titik: 3 tanda titik untuk menandai penghilangan teks dan 1 tanda titik untuk menandai akhir kalimat.
(3) Tanda elipsis pada akhir kalimat tidak diikuti dengan spasi.
Contoh : "Aku mohon, Seli. Bertahanlah...." Aku menangis. Aku mengarahkan seluruh kekuatan, sarung tanganku bercahaya, butir salju turun di sekitarku. (dikutip dari Novel 'Komet Minor' karya Tere Liye)
MELIHAT FUNGSI ELIPSIS
1. MENGHILANGKAN BAGIAN dari SEBUAH/LEBIH KALIMAT DALAM SUATU KUTIPAN
a. "Sebab-sebab kemerosotan ... akan diteliti lebih lanjut."
(Mungkin di antara kata "kemerosotan" dan "akan" ada lebih dari 1 kata dalam naskah aslinya, misalnya kalimat aslinya seperti ini:"Sebab-sebab kemerosotan YANG TERUS TERJADI AKHIR-AKHIR INI akan diteliti lebih lanjut.")
b.“... tanda lahir Chalya itu pertanda,” ujar Pak Dent. Entah apa kalimat sebelumnya, Chalya tidak sempat mendengar karena disimbrung Keinan yang menerobos lari. (dikutip dari Novel 'Meraga Sukma' karya Sri Wulan)
2. MENUNJUKKAN ADANYA KERAGUAN, UCAPAN YANG TIDAK SELESAI/TERPUTUS/DISELA/DIPOTONG, ATAU MENGGANTUNG (DIHENTIKAN SENDIRI KARENA KAGET/TIDAK PERCAYA/TERCEKAT/TIDAK TAHU HARUS BERKATA APA LAGI).
Elipsis untuk bagian yang ini sangatlah janggal apabila diberikan spasi di depannya!Apalagi, dalam fungsi ini, elipsis sama sekali BUKAN SEBUAH KATA, melainkan lebih sebagai tanda baca untuk menyatakan EKSPRESI, baik disebabkan oleh kata terakhir saja, maupun oleh keseluruhan kalimat/paragrafnya.
Contoh berbagai penggunaan elipsis dengan fungsi ini:
a. "Gue ma..."
"Boleh Acha duluan yang bicara nggak, Iqbal?" potong Acha cepat. Ia menatap Iqbal sedikit memohon. (dikutip dari Novel 'Mariposa' karya Luluk HF)
(Ada satu kata---bukan dua kata berbeda!---yang tidak selesai diucapkan karena disela tokoh lain)
b. Aku mendesah pasrah. Entah kapan ia akan kembali lagi....
(Kalimat terakhir menunjukkan desahan/kepasrahan. Karena elipsis berada di akhir kalimat, harus ditambah 1 titik, sehingga total ada 4 titik!)
c. "Mmm..., aku bingung bagaimana menjelaskannya...."
(Kedua elipsis menunjukkan keraguan. Mengapa di akhir kalimat ada 4 titik? Lihat penjelasan contoh b.)
d. "Ka...ka...kamu... bisa jalan...?" tanyaku tak percaya dengan mata membulat sempurna.
(Perhatikan, dua elipsis yang pertama sama sekali tanpa spasi. Mengapa? Karena masih bagian dari satu kata, yaitu "Kamu", yang diucapkan tergagap. Elipsis sebelum tanda tanya, untuk lebih menekankan keraguan)
BENTUK ELIPSIS
Elipsis HARUS berupa 3 titik yang ditulis berturut-turut. Ditulis 4 titik apabila elipsis diakhiri titik (seperti penjelasan di atas). Namun, TIDAK BOLEH HANYA 2 TITIK, karena TIDAK ADA MAKNANYA!
Jadi, yang masih suka menulis 2 titik di belakang kalimat, hentikan kebiasaan bodoh itu, karena itu SALAH BESAR! Ini berlaku untuk semua karangan, fiksi maupun nonfiksi, puisi maupun prosa! Maka, pilihlah, mau tegas dengan 1 titik saja, atau terputus dengan 3 titik, atau menggantung dengan 4 titik.
Terkadang, ketika menulis 3 titik di Microsoft Word, setelah kita spasi terjadi pendempetan/perenggangan secara otomatis, sehingga ketika diberi titik ke-4, jarak dan besarnya agak beda. Namun, ini tidak masalah. Dikonsistenkan saja. Kalau tidak ingin ada elipsis yang otomatis itu, tinggal tekan "Ctrl + Z" segera setelah menulis 3 titik tersebut. Ketiganya pun akan langsung kembali seperti titik yang ditulis normal.
Ingat, jika setelah elipsis ada tanda baca lain (seru/tanya/kutip/dsb) dilarang diberi spasi di belakangnya, ya!
Salam Literasi...
Semoga bermanfaat
Torehan tinta yang kau ciptakan dalam secarik kertas, bisa jadi membawa kebaikan pada sejurus mata yang menangkap dan mampu mencernanya dalam otak. Maka, jangan berhenti menulis walau hanya satu, dua, atau tiga kata.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar